Dibalik Kepopuleran Makanan Tradisional Soto Betawi

0
374
views
Soto Betawi

Makanan khas Jakarta ini pada tahun 2016 telah mendapatkan sertifikat Karya Budaya sebagai Warisan Budaya Tak Benda dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Soto Betawi merupakan kuliner Soto yang amat dikenal oleh orang Betawi di daerah Jakarta maupun di luar Jakarta, seperti halnya soto madura  dan soto sulung, dalam pembuatannya soto Betawi juga menggunakan jeroan sapi, selain jeroan, seringkali organ-organ lain juga disertakan, seperti mata, terpedo, dan juga hati.

Soto Betawi merupakan kuliner khas yang telah terkenal sejak dahulu kala, Soto Betawi pertama kali dipopulerkan oleh Li Boen Po sejak 1971, beliaulah pencipta pertama kata Soto Betawi, beliau mulai berdagang soto betawi pada tahun 1971, lokasi pertama beliau berdagang adalah dijalan Buni daerah Tangki, dengan menggunakan tenda kaki lima di depan rumah mertuanya, pada waktu itu Li Boen Po berdagang soto siang hari dan pada malam hari berdagang alat tulis buku di THR Lokasari (Toko Buku Masa Muda).

Sejalan dengan perkembangan waktu, usaha dagang soto betawi Li Beon Po sedik demi sedikit mengalami kemajuan, kemudian beliau pindah berdagang soto dari kaki lima ke sebuah toko di Lokasari (dahulu Princen Park), lokasi toko berada di sebelah gardu listrik, lokasinya berada di jalan antara bioskop Rukiah dan bioskop Tamansari.Tak lama kemudian Li Boen Po menyewa lagi toko disebelah toko yang pertama (toko Muaci), utk memperluas daya tampung pembeli karena took yang diperuntukan untuk berjualan soto betawi saat itu kapasitasnya terbatas.
Sejalan dengan waktu lama kelamaan harga sewa terus-menerus mengalami kenaikan , hingga akhirnya Li Boen Po memutuskan untuk mengakhiri penyewaan toko tsb.  Kemudian ia membeli toko tepat disebrang dari toko yang pertama, letak toko yang baru dibeli itu bersebelahan dengan Foto Studio Supra dan Toko kaset Infonics, bekas Toko buku Mimosa.

Karena persaingan bisnis, pemilik toko yang pernah disewa, mengundang penjual soto lain untuk berdagang, mereka berdagang dengan niat menyaingi berdagang soto, mulai saat itulah (sekitar tahun 1978 ) Li Boen Po berpikir untuk memberi nama pada sotonya agar mempunyai identitas yang khas.Li Boen Po kemudian mengumpulkan nama soto, mulai dari soto kudus, soto madura dll, tetapi untuk soto Jakarta belum ada, jadi akhirnya Li Boen Po memberi nama soto buatannya soto Betawi, sejak tahun 1978 itulah kata Soto Betawi pertama kali muncul dalam kuliner khas Jakarta.